December 27, 2010

perbaikan



Semisal satu rumah sakit putih. Satu juta kepentingan keluar masuk bergantian: setengahnya dilontarkan terbaring, mungkin lewat satu gelagat bola mata atau sekedar gunungan garis-garis yang diharapkan tidak berisik. Harapan berlompatan terang redup tiap potongan detik. Maaf, adik harus tunggu di luar, ruangan ini steril. Tawar menawar waktu bisa tidak selesai kalau adik terus menggedor rindu kemari. Tujuh angka lotere siap kami putar kalau lampu pintu kamar darurat ini padam. Terima ataupun tidak, toh kehilangan paling dalam di rumah ini sudah selalu tergulung, surut; lahir lagi besok lusa.


Setengah kepentingan yang lain pun bergantian melakukan perbaikan: bahkan setelah kesembuhan paling ajaib, Tuhan tetap belum terdaftar bekerja di sini.

No comments: