March 12, 2012
It's a still life watercolor, of a now late afternoon
As the sun shines through the curtained lace
And shadows washed the room.
And we sit and drink our coffee
Couched in our indifference, like shells upon the shore
You can hear the ocean roar
In the dangling conversation, and the superficial sighs
The borders of our lives
And you read your Emily Dickinson; and I my Robert Frost
And we note our place with book markers that measure what we've lost.
Like a poem poorly written
We are verses out of rhythm, couplets out of rhyme
In syncopated time
And the dangling conversation, and the superficial sighs
Are the borders of our lives
Yes, we speak of things that matter
With words that must be said,
"Can analysis be worthwhile?" "Is the theater really dead?"
And how the room is softly faded
And I only kiss your shadow, I cannot feel your hand
You're a stranger now unto me
Lost in the dangling conversation, and the superficial sighs
In the borders of our lives.
December 2, 2011
penuh tidak harus berarti berisi, atau ramai dengan tumpukan kesan yang disodorkan. harap bukan hanya bicara tentang silaunya putih. mungkin, kadang, cukup pijar-pijar lemah di sedikit sudut kelabu. hangat juga hadir di antara kosong. di antara jarangnya ruang yang hadir sendiri.
penuh adalah mengisi sendiri kosong dengan ingatan, kesan milik sendiri, cerita dan perjalanan. semuanya bukan milik siapa-siapa.
penuh adalah mengisi sendiri kosong dengan ingatan, kesan milik sendiri, cerita dan perjalanan. semuanya bukan milik siapa-siapa.
October 5, 2011
August 30, 2011
August 18, 2011
perth
[suasana berkabut, embun beku di atas lumpur]
ditandai ketuk-ketuk kelahiran yang lemah
ditandai ketuk-ketuk kelahiran yang lemah
menghentak! kemudian pagi lembut yang sesak, bangun terengah-engah,
(setengah bertanya) tunggu, kami ada
setiap sudut terlihat sama membingungkan, tapi menggoda
degup kencang.
rasanya seperti berlari jauh
seperti, mengejar timur agar matahari kembali redup saja
atau
meniup awan pulang
atau
...
hari belum naik, tapi barisan terompet telah tinggi
mungkin tandanya kalah
dengan senang, tenang: akhirnya kalah.
degup kencang. melegakan.
August 2, 2011
Mungkin memang cuma keajaiban society masa sekarang saja bahwa manusia bisa sampai ke titik berpikir, bahwa mereka bisa, atau mungkin, jika mau, mengetahui semuanya. Apakah itu: semuanya? Semua yang pernah dibukukan, ditulis, digambarkan, direkam? Tidak? Apakah sekedar mengejar notifikasi terbaru— kumpulan update yang dapat dibanggakan? Apakah, mengetahui perubahan; menyadari kelahiran kembali terus menerus tidak dapat dicukupkan?
Dan apa yang seharusnya diketahui? Jika society hanya ingin berbicara mengenai kultur dan subkultur yang mengguncang hanya kepala mereka masing-masing (tapi viral, secara subtil), mengenai pengaruh manusia-benda, benda-manusia, atau malah manusia dan manusia. Berarti, mungkin sebagian kita hanya peduli ‘kita’ secara identitas: hanya yang bersinggungan, yang indrawi dan berbagi kesamaan. Cerita-cerita pergerakan yang menstrukturi susunan kaki-kaki kita dalam merespon pergerakan hari ini pula? Bintang dan kekosongan? Cuma itu? Ya, mungkin: kamu tidak tahu.
July 24, 2011
July 15, 2011
July 14, 2011
fantasy. flying. fire sparks from colliding swords. we were blown away; i was literally pulled in time by time, where life was surpriseful and expanding humbly, where enthusiasm were pure as clouds and skies and fields. when all we were worrying is life beyond the wall and what was next for them. nights are days and accelerated time is everyday. to live by only hands and eyes and imagination. fantasy. the most sincere deed to pull out the longing we thought we never had- but we always do. the most gratifying effort to reach as many hands into their vessels of wonder. longing. guessing the width of the endless gleam and fields, guessing how far we would soar if we can. guessing how to keep them not flying, how to recall every hauls of relieve and thrills of choosing. longing. fantasy. before and after the wall.
Subscribe to:
Posts (Atom)
