October 5, 2011


Is that all there is, is that all there is
If that's all there is my friends, then let's keep dancing
Let's break out the booze and have a ball


If that's all there is

August 30, 2011

Id
don't ask: it will be granted, or it will put you into patience.

August 18, 2011

perth 

[suasana berkabut, embun beku di atas lumpur]
ditandai ketuk-ketuk kelahiran yang lemah
menghentak! kemudian pagi lembut yang sesak, bangun terengah-engah, 
(setengah bertanya) tunggu, kami ada
setiap sudut terlihat sama membingungkan, tapi menggoda
degup kencang.

rasanya seperti berlari jauh
seperti, mengejar timur agar matahari kembali redup saja
atau
meniup awan pulang
atau
...


hari belum naik, tapi barisan terompet telah tinggi
mungkin tandanya kalah
dengan senang, tenang: akhirnya kalah.
degup kencang. melegakan.

4:22

August 2, 2011

Mungkin memang cuma keajaiban society masa sekarang saja bahwa manusia bisa sampai ke titik berpikir, bahwa mereka bisa, atau mungkin, jika mau, mengetahui semuanya. Apakah itu: semuanya? Semua yang pernah dibukukan, ditulis, digambarkan, direkam? Tidak? Apakah sekedar mengejar notifikasi terbaru— kumpulan update yang dapat dibanggakan? Apakah, mengetahui perubahan; menyadari kelahiran kembali terus menerus tidak dapat dicukupkan?
Dan apa yang seharusnya diketahui? Jika society hanya ingin berbicara mengenai kultur dan subkultur yang mengguncang hanya kepala mereka masing-masing (tapi viral, secara subtil), mengenai pengaruh manusia-benda, benda-manusia, atau malah manusia dan manusia. Berarti, mungkin sebagian kita hanya peduli ‘kita’ secara identitas: hanya yang bersinggungan, yang indrawi dan berbagi kesamaan. Cerita-cerita pergerakan yang menstrukturi susunan kaki-kaki kita dalam merespon pergerakan hari ini pula? Bintang dan kekosongan? Cuma itu? Ya, mungkin: kamu tidak tahu.

July 24, 2011

ketika petaka dan kau memimpin, kau bagikan masing-masing kelopak bunga kebun untuk memecah sedih, dan menanam kembali benihnya nanti di sepanjang tapal negara
inauthenticity struck me

July 14, 2011

fantasy. flying. fire sparks from colliding swords. we were blown away; i was literally pulled in time by time, where life was surpriseful and expanding humbly, where enthusiasm were pure as clouds and skies and fields. when all we were worrying is life beyond the wall and what was next for them. nights are days and accelerated time is everyday. to live by only hands and eyes and imagination. fantasy. the most sincere deed to pull out the longing we thought we never had- but we always do. the most gratifying effort to reach as many hands into their vessels of wonder. longing. guessing the width of the endless gleam and fields, guessing how far we would soar if we can. guessing how to keep them not flying, how to recall every hauls of relieve and thrills of choosing. longing. fantasy. before and after the wall. 

July 1, 2011

ancora imparo
to be crystal of what ahead and under, untuk tetap memekik hingga sesak saat kapal maju
not to run; tidak kemudian jengah atau malah terpikat buih yang singkat,
not to be left oblivious— atau melupakan

TO READ IS TO HEAR. Membaca bukan sekedar aktivitas menggeser pupil mata semacam mesin tik. Padan dengan getaran impuls telinga: membaca adalah usaha sepersejuta kilatan listrik dalam menggendong berita menuju otak. Sementara mendengar adalah pasrah dengan bombardir intervensi— divine intervention— karena telinga tidak pernah menutup seluruhnya. Keduanya bertumpuk menghasilkan aktivitas yang komplementer, ekivalen: a devoted act, usaha mencapai ilmu, informasi, impresi kalengan yang segar terolah.
TRIVIA CLUB. Sebuah usaha rendah hati untuk siapapun saling mengulurkan O dan N: sebuah toko serba ada mau tutup yang membagikan impresi kalengan secara populer. Entah, mungkin kaleng sejarah subkultur anti-something yang diceritakan seorang yang tidak diduga ahlinya. Mungkin deretan-deretan slide foto stensilan tahun 70 yang tidak nyambung dengan cerita filsafat modern yang terhisap ke telinga; Mungkin tentang astronomi, seperti eee…supernova. Blar. Karena impresi terserah yang beli.
WHO’S TALKING WHO? Kami mencoba mengkuliahkan sebuah diskusi ultra-trivial yang luput dari aktivitas mendengar dan membaca anda oleh seorang pembagi – jika bukan pengajar – setiap sesinya. Siapa berbicara apa—benarkah penting? Ketika seorang sarjana teknik ternyata antusias membagikan sejarah kuno Afrika, diskusi tidak perlu berhenti. Tutup mata dan gendang telinga biarkan menjadi subwoofer saja.
SEEING IS NO BELIEVING. Kami mencegah kita menambah satu detik lebih lama membaca a la mesin tik dan aktivitas-aktivitas undead lainnya di depan layar putih 17 inch anda yang maju mundur dengan putaran lingkaran spektrum di alamat yang itu-itu lagi. Kami belum yakin pengetahuan benar-benar ada dibalik kode-kode biner delusional ini, dan siapapun yang benar di antara kita, TRIVIA CLUB menunggu anda datang, terbagi dan berbagi.
Teh manis gratis :)


technical writing credit to aidil