September 29, 2009
komplikasi, sakit untuk bisa melihat tapi tidak berdaya menguatkan komunikasi dan masalahnya tidak semudah mencari salah siapa. tidak juga meninggikan diri mencari yang tidak ada tapi sangatlah melegakan untuk mengharap keberadaan. bisa merasakan yang salah dan memang hanya sekedar rentetan konsekuensi dari yang sudah-sudah tapi tidak tahu sampai malu untuk mengambil yang benar. inginnya lampau jadi lupa tanggung jawab, inginnya pakaian putih kembali. ingin mengambil aksi tapi lupa untuk berposisi jadi tidak beralibi. kembali lari beraksi super dibalik maya, malu, malu sekali, perih, sedih, robek saja
September 18, 2009
lately
-i don't write a lot because i can't keep consistent of my views and all. there, it might answers many previous posts. and so does this one. i dont know.
-i got myself loosen up a little bit nowadays. i mean, i quit on worrying the bomb and ditch it. let's say i choose to befriend it, and it really is relieving.
-currently watching friends complete series. seriously, it is the best thing televisions ever had.
-i began to crave things. really huge lists of things, i'd say. i won't tell for sure, i don't want to be a girl.
-people really do need enthusiasm on everything. it's the essence of all things, i mean otherwise we're just moving flesh. just Jack the dull, they would say.
there.
-i got myself loosen up a little bit nowadays. i mean, i quit on worrying the bomb and ditch it. let's say i choose to befriend it, and it really is relieving.
-currently watching friends complete series. seriously, it is the best thing televisions ever had.
-i began to crave things. really huge lists of things, i'd say. i won't tell for sure, i don't want to be a girl.
-people really do need enthusiasm on everything. it's the essence of all things, i mean otherwise we're just moving flesh. just Jack the dull, they would say.
there.
September 13, 2009
iri
saya melihat banyak orang hebat hari ini,
ada si itu yang keliatannya itu padahal ternyata itu
atau si anu yang setelannya anu sekali tapi bisa sampai anu
waw, jangan ketinggalan. jangan melulu rogoh dompet ibu kalau begitu.
ada si itu yang keliatannya itu padahal ternyata itu
atau si anu yang setelannya anu sekali tapi bisa sampai anu
waw, jangan ketinggalan. jangan melulu rogoh dompet ibu kalau begitu.
September 11, 2009
chapter
how time flies, good lord, running through palms surprisingly unstoppable, sweet and bitter
and how imbecilic of me for being such an obstinate to only learn that people do need to stop sometimes
and how imbecilic of me for being such an obstinate to only learn that people do need to stop sometimes
August 30, 2009
di belakang
to date 31/08/2009 12:54:33 PM
Sakti calculated how long he has been alive, and the result was:
I was born on a Wednesday and since my birthday...
I've been living for 18 years
I've been living for 220 months
I've been living for 960 weeks
I've been living for 6,723 days
I've been living for 161,364 hours
I've been living for 9,681,893 minutes
I've been living for 580,913,609 seconds
I've breathed more than 91,666,740 times!
I've blinked my eyes more than 97,166,740 times!
My heart has beaten more than 677,732,510 times!
menakutkan
Sakti calculated how long he has been alive, and the result was:
I was born on a Wednesday and since my birthday...
I've been living for 18 years
I've been living for 220 months
I've been living for 960 weeks
I've been living for 6,723 days
I've been living for 161,364 hours
I've been living for 9,681,893 minutes
I've been living for 580,913,609 seconds
I've breathed more than 91,666,740 times!
I've blinked my eyes more than 97,166,740 times!
My heart has beaten more than 677,732,510 times!
menakutkan
August 17, 2009
roman
imagine one midnight train to nowhere, you see those running images of shiny black skies; steady yet wailing mountains, some random lonely houses; and our own reflection in the window pane
August 11, 2009
August 2, 2009
soothe
we live on a mountain right at the top, there's a beautiful view from the top of the mountain. every morning i walk towards the edge and throw little things off, like car-parts, bottles and cutlery or whatever i find lying around. it's become a habit, a way to start the day
it's early morning, no one is awake. i'm back at my cliff still throwing things off. i listen to the sounds they make on their way down, i follow with my eyes 'til they crash, imagine what my body would sound like slamming against those rocks. and when it lands, will my eyes be closed, or open?
it's early morning, no one is awake. i'm back at my cliff still throwing things off. i listen to the sounds they make on their way down, i follow with my eyes 'til they crash, imagine what my body would sound like slamming against those rocks. and when it lands, will my eyes be closed, or open?
July 26, 2009
pemikiran hari minggu
helo gelo
sialan yang mau saya tulis panjang-panjang udah dipikirin duluan sama si eja disini. babi. haha ya saya bicara versi saya aja oke.
jadi, life is about making choices indeed.
seperti memutuskan antara menyeberang gila atau lewat jembatan ketika menyeberang dari BIP ke gramedia
atau pilihan antara menyapa senior atau buang muka
atau antara makan di warung pasta atau dwilingga
pilihan-pilihan berkonsekuensi kecil seperti itu mungkin jarang digubris, padahal pada dasarnya itu tetap merupakan pilihan. jadi nanti hasilnya adalah antara kita sadar melakukan pilihan atau tidak.. dan ternyata menyenangkan untuk selalu sadar.
karena sekecil apapun pilihan bakal tetap punya konsekuensi. dan kalaupun ternyata pilihan 'tak sadar' kita tidak bersinggungan dengan orang lain (sebenernya pasti ada, cuma kita nggak tahu/sadar kalau itu berefek sama oranglain) tapi pasti tetep berarti buat kita.
menurut saya efek terminimalnya yaitu bagaimana sebuah pilihan mempengaruhi perasaan kita.
jadi misalnya si soal menyeberang BIP tadi, kalau saya pikir lewat jembatan lebih menyenangkan dan asyik maka saya ambil pilihan yang itu dan saya senang dan puas karenanya. nah disitu itu lho asiknya kalau sadar menghadapi pilihan.
jadi selalu aware kalo kita bisa mengambil pilihan di satu situasi dan siap dengan pilihannya, sekecil apapun.
saya pikir pilihan tidak berbentuk benar-salah kalau tidak diambil. pilihan menjadi benar atau salah itu persoalan kita 'nanti', kita yang sudah mengerti konsekuensi akhirnya. nah dari sana benar atau salah jadinya ada pengalaman dan pertimbangan yang bisa jadi pijakan buat pilihan-pilihan kedepannya. wow asyik kan
jadi saya memilih untuk mencoba selalu sadar mengambil pilihan tanpa melulu bingung soal benar-salah nya. penilaian seperti itu masih punya Tuhan sebelum kita berani ambil. bukan untuk menjadi berprinsip 'menyesal belakangan', hanya sayang kalau kita hidup habis untuk selalu bingung soal pilihan dan takut konsekuensinya, for we never may stop the hands of time and never also know exactly when it stops us. prikitiw tiw suit suiw!
sialan yang mau saya tulis panjang-panjang udah dipikirin duluan sama si eja disini. babi. haha ya saya bicara versi saya aja oke.
jadi, life is about making choices indeed.
seperti memutuskan antara menyeberang gila atau lewat jembatan ketika menyeberang dari BIP ke gramedia
atau pilihan antara menyapa senior atau buang muka
atau antara makan di warung pasta atau dwilingga
pilihan-pilihan berkonsekuensi kecil seperti itu mungkin jarang digubris, padahal pada dasarnya itu tetap merupakan pilihan. jadi nanti hasilnya adalah antara kita sadar melakukan pilihan atau tidak.. dan ternyata menyenangkan untuk selalu sadar.
karena sekecil apapun pilihan bakal tetap punya konsekuensi. dan kalaupun ternyata pilihan 'tak sadar' kita tidak bersinggungan dengan orang lain (sebenernya pasti ada, cuma kita nggak tahu/sadar kalau itu berefek sama oranglain) tapi pasti tetep berarti buat kita.
menurut saya efek terminimalnya yaitu bagaimana sebuah pilihan mempengaruhi perasaan kita.
jadi misalnya si soal menyeberang BIP tadi, kalau saya pikir lewat jembatan lebih menyenangkan dan asyik maka saya ambil pilihan yang itu dan saya senang dan puas karenanya. nah disitu itu lho asiknya kalau sadar menghadapi pilihan.
jadi selalu aware kalo kita bisa mengambil pilihan di satu situasi dan siap dengan pilihannya, sekecil apapun.
saya pikir pilihan tidak berbentuk benar-salah kalau tidak diambil. pilihan menjadi benar atau salah itu persoalan kita 'nanti', kita yang sudah mengerti konsekuensi akhirnya. nah dari sana benar atau salah jadinya ada pengalaman dan pertimbangan yang bisa jadi pijakan buat pilihan-pilihan kedepannya. wow asyik kan
jadi saya memilih untuk mencoba selalu sadar mengambil pilihan tanpa melulu bingung soal benar-salah nya. penilaian seperti itu masih punya Tuhan sebelum kita berani ambil. bukan untuk menjadi berprinsip 'menyesal belakangan', hanya sayang kalau kita hidup habis untuk selalu bingung soal pilihan dan takut konsekuensinya, for we never may stop the hands of time and never also know exactly when it stops us. prikitiw tiw suit suiw!
Subscribe to:
Posts (Atom)