July 1, 2011

ancora imparo
to be crystal of what ahead and under, untuk tetap memekik hingga sesak saat kapal maju
not to run; tidak kemudian jengah atau malah terpikat buih yang singkat,
not to be left oblivious— atau melupakan

TO READ IS TO HEAR. Membaca bukan sekedar aktivitas menggeser pupil mata semacam mesin tik. Padan dengan getaran impuls telinga: membaca adalah usaha sepersejuta kilatan listrik dalam menggendong berita menuju otak. Sementara mendengar adalah pasrah dengan bombardir intervensi— divine intervention— karena telinga tidak pernah menutup seluruhnya. Keduanya bertumpuk menghasilkan aktivitas yang komplementer, ekivalen: a devoted act, usaha mencapai ilmu, informasi, impresi kalengan yang segar terolah.
TRIVIA CLUB. Sebuah usaha rendah hati untuk siapapun saling mengulurkan O dan N: sebuah toko serba ada mau tutup yang membagikan impresi kalengan secara populer. Entah, mungkin kaleng sejarah subkultur anti-something yang diceritakan seorang yang tidak diduga ahlinya. Mungkin deretan-deretan slide foto stensilan tahun 70 yang tidak nyambung dengan cerita filsafat modern yang terhisap ke telinga; Mungkin tentang astronomi, seperti eee…supernova. Blar. Karena impresi terserah yang beli.
WHO’S TALKING WHO? Kami mencoba mengkuliahkan sebuah diskusi ultra-trivial yang luput dari aktivitas mendengar dan membaca anda oleh seorang pembagi – jika bukan pengajar – setiap sesinya. Siapa berbicara apa—benarkah penting? Ketika seorang sarjana teknik ternyata antusias membagikan sejarah kuno Afrika, diskusi tidak perlu berhenti. Tutup mata dan gendang telinga biarkan menjadi subwoofer saja.
SEEING IS NO BELIEVING. Kami mencegah kita menambah satu detik lebih lama membaca a la mesin tik dan aktivitas-aktivitas undead lainnya di depan layar putih 17 inch anda yang maju mundur dengan putaran lingkaran spektrum di alamat yang itu-itu lagi. Kami belum yakin pengetahuan benar-benar ada dibalik kode-kode biner delusional ini, dan siapapun yang benar di antara kita, TRIVIA CLUB menunggu anda datang, terbagi dan berbagi.
Teh manis gratis :)


technical writing credit to aidil

June 23, 2011

June 7, 2011

June 5, 2011

menyajak pijak

memang sebegitu ringannya dan jadinya aku puas. bukankah menyedihkan, langit? ketika satu alpa kuasa putar balik/maju mudur/lahir mati dalam satu gelinding bola;
ketika kokok pagi dihantui temaram pijar dan gelap disuarakan takut.
bukankah menyedihkan, jalan,
nyatanya kau berlari sendiri tanpa orang tangisi (sembari terpingkal: memang tidak berpijak rupanya) tua mereka sendiri?

habis ini aku pulang saja

May 29, 2011

These zinc walls, those very weary corrodes spreading in each tip of its peeking holes, the torn cheap-glued posters. The thinnest walls separating minds from impressions, cutting anxiety and curiosity from a tiny time-out. Bedlams no one could complain, a claustrophobic citadel.
'Stop and smell life', the trees cry. Clouds racing into nothingness. Rain pours blessings and we build hideouts against it. Compound shelters blocked the keen horizon lines. Nights made as dissolving as the sun. Why are people running?
These zinc walls, eyes can't see through anyhow.

May 25, 2011


Ini akar anda.
Mungkin bahkan sudah anda kunyah jauh sebelum daulat anda untuk menghancurkan; kunyah, kunyah tanpa pernah menjadi manis. Kunyah tanpa anda harus tangisi gagal dan sukses tuainya. Ini akar anda yang kemudian anda selimuti beton dan kawat baja. Peluh wanita di setapak licin sana sudah kian uzur, peluh warisan ibu ayahnya yang belum kering. Terik berubah muram dan angin menjadi halilintar dan hijau menguning. Bajak telah beranjak mahal dan gabah kian murah, dan anda masih mengunyah. Tidak apa, kami menunggu. Jelas tidak sebanding dengan citra anda menyoal perihal kerja: kami menunggu. Ini akar kami.
Setinggi apa lempeng seng dan semen anda, toh kami selalu panen.

May 22, 2011

di kamar yang selalu pagi ini, anginnya kencang; seprai biru segar menjulang seperti laut tenang. sinar melesak di sisi tarian tirai, menyingkap. suara air. waktu adalah kata kerja biasa.

May 14, 2011

sarjana muda: I am still sadly reading.

parkiran

Dan jika saya membuka buat kamu dan anda, tolong pelintirkan jarumnya di rambut saya. Tapi, tidak. Bukannya kamu benci kain lurus yang tidak banyak tertawa, dan anda mual melihat kutu ketiak mereka yang berkeringat?